Hit enter to search or ESC to close

Bunga & Kare, Dipertemukan Oleh Impian Dari Uniknya Mural di Singapura

Published 17 September 2017 06:08 by Dwi Ariyani

KapanLagiKeSingapura.com - Dunia mural identik dengan coretan tangan pria. Di tengah dominasi kaum adam ini, dua wanita muda, Bunga Fatia dan Karina Deagusta menorehkan karya. Dari latar belakang yang berbeda, mereka dipertemukan oleh impian meninggalkan karya di setiap negara yang dikunjungi dan memulainya di Singapura.

Bunga merupakan lulusan Desain Grafis dari Universitas Multimedia Nusantara mengaku yang telah lama jatuh cinta pada dunia mural di tembok Jakarta. Sedangkan Kare yang aktif di Ladies of Wall, sebuah komunitas street artis perempuan di Indonesia, dipilih berangkat ke Singapura untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi passion-nya. Passion kedua perempuan inilah yang membawa mereka bertemu di Singapura.

Menurut Bunga, mural yang berlokasi di China Town adalah lokasi favoritnya. Di sana ada lukisan dari Yip Yew Chong yang dilukis tepat di Thian Hock Keng Temple. Kare sendiri memfavoritkan mural yang ada di Little India dengan lukisan-lukisan yang dibuat satu gedung, satu tembok full dan sangat tinggi. Setelah melihat-lihat mural di Singapura, mereka pun baru membuat kolaborasi bersama Ceno2 yang memiliki ketertarikan pada blangkon dan batik motif Megamendung khas Indonesia.

Kolaborasi karya mural Bunga, Kare dan Ceno2 dilukis di samping Vintage Camera’s Museum-Singapore. Karakter yang dibuat digambarkan sedang memegang kamera. Sementara di blangkon yang dipakai terdapat dua bunga, yaitu bunga anggrek bunga nasional Singapura dan bunga Melati, bunga nasional Indonesia.

Mural di Singapura dinilai Bunga dan Kare sangat berbeda dari tempat lain yang sudah pernah mereka lihat. Mural di Singapura lebih rapi, Bunga jarang melihat street art ditata sedemikian rapi dan bersih. Singapura memang menekankan bahwa setiap mural harus mengangkat sejarah di tempat itu, jadi bukan hanya sekadar tempat street art asal gambar.

"Singapura adalah destinasi di mana kamu dapat mewujudkan impian. Kini saatnya untuk tak sekadar hadir di acara seni budaya, dan jadilah Para Pembentuk Kebudayaan."