Hit enter to search or ESC to close

Cinta Sehidup Semati Subaraj Rajathurai Pada Alam Singapura

Published 17 September 2017 04:56 by Dwi Ariyani

KapanLagiKeSingapura.com - Singapura negeri yang kaya. Dari wisata hingga suaka alamnya. Siapa sangka di balik kekayaan alam Singapura ada tangan dingin yang bekerja dengan damai di belakang layar untuk mempertahankannya. Dia adalah Subaraj Rajathurai, seorang pecinta alam otodidak dan pemandu eko-wisata berpengalaman.

Jatuh cinta pada hutan hujan di usianya ke 18 saat mengunjungi Bukit Timah Reserve, Subaraj mengatakan masih banyak yang perlu dipelajarinya dari kehidupan di hutan. Sejak saat itu terhitung puluhan tahun lamanya Subaraj berjuang mempertahankan perpaduan lanskap urban dan ekosistem tersembunyi di Singapura dari gerakan urbanisasi yang merajalela.

Ia telah menyelamatkan Sungei Buloh dan menjadikannya taman alami, lalu turut serta menyelamatkan 123,8 hektar hutan di Lower Peirce Reservoir. Subaraj juga telah menyelamatkan konservasi Chek Jawa, dan tetap antusias mengejar mimpinya menjadikan Singapura pintu masuk untuk alam.

© visitsingapore

Upaya menyelamatkan alam Singapura yang dilakukan Subaraj menjadikan negara tersebut tetap cantik dengan sembulan hijau hutan di sana sini. Bahkan kamu bisa mencapai hutan hujannya hanya 20 menit dari pintu hotel bintang lima. Ia terus menggerakkan eko-wisata di Sungai Buloh yang wajib dikunjungi karena telah menjadi tempat peristirahatan sementara burung-burung yang bermigrasi.

Jangan lewatkan juga tur The Southern Ridges yang digagas Subaraj ketika berwisata ke Singapura. Mulailah perjalanan menyaksikan kumpulan burung-burung di sana dari National University of Singapore, arahkan perjalanan ke Telok Blangah dan Mount Faber, dan akhiri di HarborFront Centre.

"Singapura adalah destinasi di mana kamu dapat mewujudkan impian. Kini saatnya untuk tak sekadar berjalan-jalan, dan jadilah Para Penjelajah."