Hit enter to search or ESC to close

Kisah Inspiratif Indra Kantono, Menjemput Kesuksesan dari Samarinda ke Singapura

Published 27 Agustus 2018 17:01 by Yunita Rachmawati

KapanLagiKeSingapura.com - Kesuksesan itu bisa diraih  saat manusia berusaha. Salah satu contohnya adalah Indra Kantono, sosok yang sangat dikenal di bisnis bar Singapura. Besar di Indonesia, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur, Indra Kantono tampaknya berjodoh dengan Singapura. Dirinya memutuskan untuk hijrah ke negeri tetangga tersebut ketika masih belia, saat berusia 12 tahun.

Sama seperti generasi muda lainnya, Indra Kantono menuntut ilmu setinggi mungkin. Selepas SMA, suami dari Gan Guoyi ini kemudian melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, yaitu New York University Stern School of Business jurusan Finance. Tinggal di New York tampaknya membuat Indra semakin dekat dengan dunia makanan dan minuman dan membuatnya tertarik untuk terjun di dunia ini.

"Di  New  York   ada   bermacam-macam   restoran   dan   bar,   jadi   tinggal   di   sana   memberikan   kesan tersendiri tentang bisnis makanan dan minuman," cerita Indra.

Setelah pendidikannya di Amerika Serikat rampung, ia pun pulang ke Asia. Beberapa pekerjaan di Jakarta dan Singapura ditekuninya, namun ternyata passion di dunia food and beverage terus menggodanya. Akhirnya pria 35 tahun ini pun memutuskan untuk terjun ke bisnis ini. Bersama istrinya, Gan Guoyi, yang asli Singapura, tahun 2012 ia meluncurkan craft cocktail bar bernama Jigger & Pony.

Ketenaran Singapura sebagai negara pariwisata yang menarik banyak orang dari berbagai negara tampaknya berdampak positif pada pertumbuhan bisnis Jigger & Pony. Bar yang terletak di 165 Tanjong Pagar Road Amara Hotel ini semakin dikenal di mata internasional.

Meneruskan kesuksesan bar miliknya, dua tahun kemudian Indra membuka Sugarhall, yang merupakan rum bar dan grill house pertama di Singapura. Tahun 2015, ia meresmikan tiga bar sekaligus, yaitu Gibson, The Flagship, dan Humpback.

Sebuah kerja sama yang kompak dengan istri membuahkan hasil luar biasa. Bar-bar milik mereka diakui dunia. Jigger & Pony, misalnya, masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Bars dua tahun berturut-turut. Sama halnya dengan Sugarhall, dan Gibson. Bahkan di tahun 2016, Gibson juga memenangkan 'Best New Cocktail Bar' di Singapore Bar Awards, dan 'Top 4 New International Cocktail Bar' di Tales of the Cocktail.

"Sebenarnya menurut saya tidak ada rahasia khusus untuk jadi pebisnis sukses di bidang ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita menuangkan semua passion kita di (bisnis ini)," jawab Indra ketika ditanya tentang bagaimana dirinya menjalani dunia bar.

Tidak dapat dipungkiri, Singapura adalah negara destinas yang memiliki bar-bar yang terbaik di dunia dan di Asia.  Pada bulan Mei 2018 yang lalu , Singapura menjadi tuan rumah untuk perayaan Asia’s Best Bars.  Ajang ini juga merayakan bakat-bakat terbaik di industry minuman dan menginspirasi mereka untuk menghadirkan pengalaman gaya hidup yang eksepsional.

Indra Kantono dan bisnis food and beverage tampaknya berjodoh. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan karena dari dunia tersebut, ia bisa mengejar kesuksesan.

"Saya dan istri saya punya passion yang luar biasa di bidang makanan dan minuman dan kami selalu memberikan semuanya untuk bisnis kami. Kami hanya memastikan semuanya senang dan enjoy setiap mereka datang ke bar," lanjutnya. "Makanan dan minuman yang disajikan tentu saja harus enak karena bisnis ini ada di pasar yang sangat kompetitif. Tapi pada akhirnya, semuanya hanya passion dan passion jugalah yang mendorong kami untuk mengembangkan menu. Jadi, benar-benar tidak ada rahasia," terang Indra membeberkan kesuksesannya.

Punya rencana liburan ke Singapura? Jangan lupa mampir di salah satu bar milik Indra Kantono untuk merasakan kesuksesan orang asal Samarinda yang berhasil mengejar passion-nya di Singapura.

"Singapura adalah destinasi di mana kamu dapat mewujudkan impian. Kini saatnya untuk tak sekadar bersantap, dan jadilah Pecinta Makanan."