Hit enter to search or ESC to close

Mark Ong: Aku Ingin Merancang Sepatu Angkatan Bersenjata Singapura!

Published 17 September 2017 10:55 by Dwi Ariyani
  • KapanLagiKeSingapura.com - Ada lebih dari sekadar sneakers jika melihat sepatu rancangan Mark Ong. Dengan bakat seni yang diperolehnya dari sang ayah, desainer muda ini memiliki alirannya sendiri hingga karyanya dilirik selebritis seperti Kobe Bryant, Mike Shinoda dan Joe Hahn dari Linkin Park. Ia pun sangat antusias ingin mempromosikan Singapura lewat sepatu angkatan bersenjatanya.

© 2017 IG mr_sabotage

"Saya seorang patriot, dan saya suka melakukan hal yang membantu mempromosikan Singapura," kata Mark Ong. Sebagai perancang, Mark Ong melihatnya sebagai tugas untuk menjadi bagian dari menciptakan budaya bagi Singapura.

Kecintaannya pada dunia desain dimulai sejak Mark Ong berusia di awal 20-an. Perancang berusia 37 tahun ini membranding dirinya sendiri sebagai bentuk pemberontakan dengan label SBTG yang terus mengiringi lonjakan karirnya sejak saat itu. Kini ia lebih dikenal dengan sebutan Mark "SBTG" Ong.

Dengan imajinasi liar dan bakat artistiknya, Ong melukis desain yang berbeda pada sepatu yang dipegangnya. Tapi baru setelah dia memenangkan kompetisi sneakers custom di tingkat internasional, dunia desain ini baru dipikirkannya menjadi sebuah karir.

 

Namanya terus menanjak di panggung internasional. Sederet nama selebriti dunia berada di belakangnya hingga dia diundang untuk membuat rancangan di industri raksasa seperti Nike, Casio dan Gelaskins. Ong mengakui dia dengan mudah dapat mengejar passionnya karena mendapat dukungan penuh dari orangtuanya yang sangat mengerti jiwa pemberontak Mark Ong kecil.

"Tumbuh di tahun 1980-an, semua orang ingin menjadi pengacara atau dokter. Saya selalu memiliki sikap anti-mainstream. Skateboard mengajarkan saya untuk berpikir secara mandiri," ungkap Ong. Ong memang tidak bisa dilepaskan dari dunia skateboard.

Ia menghabiskan masa mudanya menjelajahi rute skateboard baru di kota yang menjadi sumber inspirasinya. Kini bersama istrinya, Sue-Anne, menggarap berpuluh-puluh pasang sneakers di bawah bendera Royalefam sambil tetap bermain skate di bawah Helix Bridge di Marina Bay Sands favoritnya.

"Singapura adalah destinasi di mana kamu dapat mewujudkan impian. Kini saatnya untuk tak sekadar hadir di acara seni budaya, dan jadilah Para Pembentuk Kebudayaan."